Pengaruh Daya Ledak Lengan, Kelentukan Togok Kebelakang, dan Tinggi Badan Terhadap Kemampuan Smash Pada Permainan Bulutangkis Pada Siswa Kelas V Pada SD Negeri 01 Pasangkayu
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya ledak lengan, kelentukan togok ke belakang, dan tinggi badan terhadap kemampuan smash dalam permainan bulutangkis pada siswa kelas V SD Negeri 01 Pasangkayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah ex post facto, karena peneliti tidak memberikan perlakuan khusus, melainkan mengamati hubungan kausal antarvariabel yang telah terjadi secara alami. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 01 Pasangkayu, dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui empat instrumen utama, yaitu: tes lempar bola medicine untuk mengukur daya ledak lengan, neck extension test untuk mengukur kelentukan togok ke belakang, alat ukur antropometri untuk tinggi badan, dan tes forehand smash untuk kemampuan smash. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan program SPSS versi 20.0 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara daya ledak lengan, kelentukan togok ke belakang, dan tinggi badan terhadap kemampuan smash. Selain itu, ditemukan pula pengaruh tidak langsung daya ledak lengan dan kelentukan togok ke belakang melalui tinggi badan terhadap kemampuan smash siswa. Dengan demikian, ketiga variabel fisik tersebut berkontribusi penting dalam menentukan kemampuan teknik pukulan smash pada permainan bulutangkis. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan keterampilan bulutangkis pada anak usia sekolah dasar perlu disertai pengembangan komponen fisik berupa kekuatan eksplosif, fleksibilitas, dan proporsi tubuh yang optimal
References
Anwar Pasau. (1989). Pertumbuhan dan perkembangan anak.
Anwar Pasau. (2012). Antropometri olahraga.
Bompa, T. O. (1994). Theory and methodology of training. Kendall/Hunt.
Bompa, T. O. (1999). Periodization training for sports. Human Kinetics.
Cui, X., Zhang, Y., & Wang, J. (2022). Biomechanical analysis on skilled badminton players. Journal of Sports Science & Medicine, 21(4), 612–619.
Dinata, M., & Tarigan, H. (2004). Teknik dasar bulutangkis.
Engkos Kosasih. (1985). Olahraga: Teknik dan program latihan. PT Enka Parahyangan.
Grice, T. (1996). Badminton: Steps to success. Human Kinetics.
Grice, T. (2007). Badminton skills.
Halim, N. I. (2011). Tes dan pengukuran kesegaran jasmani.
Harsono. (1988). Coaching dan aspek-aspek psikologi dalam coaching. CV Tambak Kusumo.
Hera, H. J., Winaya, I. M. N., Andayani, N. L. N., & Sundari, L. P. R. (2021). Hubungan daya ledak otot lengan dan daya ledak otot tungkai terhadap akurasi smash pada pemain bulutangkis. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 7(1), 45–52.
Husdarta, J. S. (2010). Pertumbuhan dan perkembangan.
Kemenpora. (2020). Kebijakan pembangunan olahraga nasional menuju Indonesia bugar 2045. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Kurniawan, F. (2011). Bulutangkis: Teknik & taktik.
Lutan, R. (1988). Komposisi tubuh dan aktivitas fisik.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. (2001–2005). Pedoman teknik dasar bulutangkis.
Poole, J. (1982). Badminton.
Poole, J. (2009). Badminton skills.
Rahman, T., Ahmed, N., & Chowdhury, S. (2024). How precision, strength and flexibility affect badminton skills. International Journal of Physical Education and Sport Studies, 12(2), 101–108.
Rani, A. A. (1993). Ilmu jiwa gerak.
Reuters. (2024, August 5). Badminton: Does height matter? Tall and small have tactical advantages. Retrieved from https://www.reuters.com/sports/olympics/badminton-does-height-matter-tall-small-have-tactical-advantages-2024-08-05/
Sajoto, M. (1988). Pembinaan kondisi fisik dalam olahraga. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (P2LPTK).
Sajoto, M. (1995). Peningkatan dan pembinaan kekuatan kondisi fisik dalam olahraga. Dahara Prize.
Sumosardjono. (1987). Latihan peregangan.
Suharno, H. P. (1993). Ilmu kepelatihan olahraga. IKIP Yogyakarta Press.
Suharno, H. P. (1999). Metodologi pelatihan. KONI Pusat.
Sugiyono. (2011). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Sutrisno, & Muhajir. (2013). Pendidikan jasmani.
Syaifuddin. (1997). Anatomi: Kolumna vertebralis.
Tohar. (1992). Teknik permainan bulutangkis.
Utoro, G. T. (2020). Hubungan daya ledak otot lengan bahu dengan akurasi forehand smash dalam permainan bulutangkis pada Angkasa Badminton Club Putera Pekanbaru [Undergraduate thesis, Universitas Islam Riau]. https://repository.uir.ac.id/9566/
Zhang, J., Wang, X., & Li, H. (2017). The influence of X‐factor (trunk rotation) and experience on smash performance in badminton. Journal of Human Kinetics, 58(1), 127–135.









